RSS

Arsip Bulanan: Mei 2014

JKW4P ( Jokowi For President)

 

ini merupakan opini saya terhadap JKW4P ( Jokowi For President) .Jokowi seperti satria piningit. Harapan publik setinggi langit. Hati-hati, harapan terlalu tinggi malah akan menjadi bumerang. Saya termasuk orang yang rasional dalam menilai orang. Siapapun yang akan dicalonkan jadi presiden, saya lihat jejak rekamnya dan juga lingkungan di sekitar orang itu.  Tak terkecuali Jokowi. Saya khawatir saja terhadap sebagian kita yang terlalu tinggi menyimpan harapan terhadap Jokowi. Padahal ada sejumlah hal yang harus disadari bahwa Jokowi mungkin saja tidak setinggi seperti yang diharapkan itu.

SATU… Jokowi bukan ketua umum partai politik. Risikonya, dia akan manut kepada Ketua Umum Partai Politik yang mendukungnya. Sudah terbukti dalam sejumlah hal, Jokowi sangat patuh kepada Ketum PDI P Ibu Megawati. Buat Jokowi, bu Mega adalah atasan, bu Mega adalah “ibunya”, bu Mega adalah mentornya. Apapun yang diminta bu Mega, kemungkinan besar akan dituruti oleh Jokowi. Sudah terbukti dalam kapasitasnya sebagai gubernur, Jokowi lebih manut kepada bu Mega daripada kepada presiden, yang dalam hirarki kenegaraan adalah atasan resminya.

Sebenarnya Jokowi orang baik. Dia pekerja keras. Tapi, karena dia adalah kader partai dan bukan pucuk pimpinan partai, maka mau tidak mau, rela atau terpaksa, dia akan taat kepada titah partai, dalam hal ini ketua umum partai tersebut. Misal… Jokowi jauh jauh hari sudah menyatakan cuti dari tugas gubernur untuk menjadi juru kampanye. Ketika gubernur lain, belum mengajukan cuti, Jokowi sudah. Mungkin dia secara pribadi berat, tapi perintah partai tidak bisa ditolaknya. Bahkan ketika dia baru beberapa bulan menjabat sebagai gubernur pun, Jokowi menjadi juru kampanye untuk sejumlah kader PDI P di pemilihan gubernur Jawa Barat dan Jawa Tengah. Partai begitu berkuasa terhadap Jokowi… bahkan, kemarin Jokowi memilih nyekar ke makam Bung Karno, di hari kerjanya karena diajak sang ketua umum. Mungkin saja secara pribadi dia tidak mau, tapi sebagai kader yang baik maka titah partai harus ditaati.

Logika saya mengatakan, bagaimana kalau nanti Jokowi menjadi presiden? Dia pasti pusing sendiri. Sebagai orang nomor satu di Indonesia, tapi sesungguhnya bukan karena masih ada atasannya yaitu Ketum Parpol pendukungnya. Atasan Jokowi kelak bukan rakyat. Ini implikasi rasional dari kondisi sekarang. Padahal, jika tidak dengan PDI P pun, mungkin saja Jokowi akan tetap melenggang…

DUA… Jokowi bukan satria piningit apalagi malaikat. Lihatlah yang terjadi di Jakarta. Masih banyak hal yang belum diselesaikannya. Benar, sejumlah hal telah diperbaiki seperti Tanah Abang (yang tetap menyisakan PR) dan sejumlah waduk atau taman yang diperbaiki. Tapi ternyata, masalah birokrasi tidak sesederhana itu. Birokrasi kita memang sudah sakit sejak lama. Sejak zaman orde baru. Tidak mudah untuk mengobatinya. Lihatlah kasus bus transjakarta, yang menyeruak bahkan ketika Jokowi – Ahok sangat keras terhadap bawahannya. Mungkin akan muncul kasus-kasus lainnya. Maksud saya, kita jangan terlalu tinggi menaruh harapan. Nanti akan sakit sendiri… biasa-biasa saja, hehe.

TIGA…  politik itu kompromi. Apalagi sistem politik Indonesia saat ini adalah multi partai. Nyaris tak ada partai dominan. Siapapun pemenang pemilu harus berkoalisi dengan partai lain. Begitu pula presidennya. Kalau mau bertahan lama dalam sistem politik multi partai seperti sekarang, ya harus banyak melakukan kompromi. Kalau mau main tegas, keras dan sejenisnya, bersiaplah menghadapi kerumunan kekuatan politik yang bernama DPR. Mereka bisa sangat bersahabat, namun sebaliknya bisa menjadi beringas. Kalau ego mereka atau kepentingan mereka terusik, DPR bisa menjadi seperti singa yang mengaum, hehe. Galak. Bahaya besar kalau presiden – dalam sistem politik seperti ini – tidak mau berkompromi dengan DPR atau kekuatan politik lain.

Bercermin pada perjalanan Jokowi di DPRD Jakarta, ada kecendrungan yang mengkhawatirkan. Kasus lambatnya pensetujuan dan pencairan APBD tahun lalu dan tahun ini, sungguh berbahaya jika terjadi di DPR pusat.

saya akan tetap menggunakan hak pilih pada pemilu mendatang, siapapun capres yang akan diusung partai politik . Memilih yang terbaik dari yang buruk-buruk tetap lebih baik dibanding tidak menggunakan hak pilih.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 15, 2014 in Tugas Kuliah

 

Euforia Menyambut Piala Dunia 2014

Hitung mundur menuju pagelaran FIFA World 2014 di Brazil sudah kian menyusut. Tak terasa sudah masuk minggu kedua di bulan Desember, dan sebentar lagi kita sudah memasuki tahun 2014. Tahun yang bagi pecinta sepakbola adalah tahunnya euforia bola mania di seluruh dunia karena adanya ajang empat tahunan ini.Memang tak dapat dipungkiri bahwasanya angan kita sangat jauh bila mengharapkan Indonesia bisa masuk menjadi peserta Piala Dunia, apalagi zona Asia yang sebelumnya dikuasai raksasa seperti Korea Selatan, Jepang, Iran, dan Arab Saudi, kini bertambah Australia yang memutuskan pindah ke zona Asia yang dinilai lebih kompetitif daripada zona Ocenia. Tak pelak, jatah 4 wakil langsung zona Asia dan 1 jatah play-off kini semakin kompetitif diperebutkan.

Pada Piala Dunia 2014, Asia menempatkan 4 wakil untuk mengikuti turnamen sepakbola ter-akbar di jagat ini. Keempat negarara tersebut adalah : Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Iran. Jordania yang sebelumnya mendapat kesempatan play-off melawan peringkat 5 zona Amerika Latin, akhirnya harus memupus harapan tampil di Piala Dunia 2014 setelah disingkirkan oleh Uruguay.

Pembagian group, Australia berada di Group B yang bisa dibilang berat karena satu group dengan juara bertahan, Spanyol.Sedangkan Jepang yang tergabung dalam Group C, secara teknis keempat negara yang tergabung punya kans lolos, meski Kolombia yang lebih diunggulkan. Iran yang tergabung di Group F harus berjibaku dengan Tim Tango yang mempunyai track record yang lebihcemerlang di Piala Dunia dengan menyandang 2x juara dunia. Di Group H, Korea Selatan harus menghadapi tim kuat Russia.

Piala Dunia di Mata Indonesia

Dalam bahasa klise, Indonesia mungkin memang benar adalah bukan negeri sepakbola, melainkan negeri suporter sepakbola.Dari ujung perkotaan hingga pelosok pedesaan seakan tak ada hentinya orang membicarakan Piala Dunia. Stasiun televisi dan radio sibuk membuat acara nonton bareng. Berbagai komunitas juga ikut ambil bagian ingin mengadakan nonton bareng. Bahkan, tak menampik kemungkinan nanti di Istana Cikeas pun diadakan nonton bareng. Semuanya larut dalam satu euforia Piala Dunia, tak memandang pria atau wanita, kaya atau miskin, tua atau muda, pejabat atau rakyat.

Dampak negatif yang ditimbulkan biasanya tak jauh-jauh dari kata “kesiangan” dan “ngantuk” karena begadang menyaksikan pertandingan. Tentu hal ini dapat merugikan diri sendiri maupun produktifitas di tempat kerja atau produktifitas di tempat belajar bagi yang masih sekolah/kuliah. Namun tuan rumah perhelatan akbar tahun ini adalah negara Brazil, dengan perkiraan waktu banyak pertandingan yang dilangsungkan pada pagi hari antara pukul 5-7 WIB, tentu merupakan waktu yang mungkin kurang pas bila diadakan acara nonton bareng, mengingat pagi harinya adalah sudah merupakan jam beraktifitas.

Lantas bagaimana menyiasatinya? Membolos sekolah atau kerja hanya demi menonton tayangan langsung, bukanlah solusi yang dianjurkan bagi para gila bola. Solusi paling pas dan masuk akal yang mungkin jadi pilihan banyak orang adalah dengan memanfaatkan smartphone Android yang kita punya. Bila pertandingan dilangsungkan bertepatan dengan saat kita berangkat beraktifitas dan kebetulan kita naik kendaraan umum, kita bisa memanfaatkan live streaming via smartphoneAndroid kita dengan banyak pilihan situs yang bisa kita dapat. Bagi yang muslim, bila bulan puasa tiba, setelah tarawih dan atau tadarus, bisa langsung memanfaatkan waktu untuk beristirahat agar kondisi setelah sahur tetap terjaga. Kalaupun toh tak bisa menyaksikan live streaming di sembarang tempat, kita bisa menyimak update terbaru dari pertandingan melalui aplikasi LiveScore yang telah kita pasang di smartphoneAndroid kita. Tidak semua pertandingan kita anggap seru dan wajib kita tonton bukan? Untuk itu, pandai-pandai diri kita memperhatikan jadwal agar dapat memilih pertandingan mana yang sebaiknya kita utamakan untuk disaksikan. Mulai dari memperhatikan jadwal tim favorit, pertandingan big-match, dan pertandingan yang menentukan. Jangan sampai hobi kita sebagai pecinta tayangan sepakbola berkualitas kelas dunia sampai merusak harmonisasi di tempat kerja atau tempat belajar.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 15, 2014 in Tugas Kuliah

 

Suasana Pemilu Legislatif di Komplek Polri Duren Tiga

Rabu, 9 April 2014 dilaksanakan pemilu serentak di seluruh Indonesia. Saya melaksanakan di TPS nomor 04 Kelurahan Duren tiga. Kebetulan lokasinya terletak tidak jauh dari rumah.

Pemilu memang layaknya pesta demokrasi. Suasana pemungutan suara di TPS yang berlokasi di lapangan depan rumah tadi layaknya suasana acara 17-an dan Idul Fitri. Jadilah acara pileg tadi dijadikan sebagai ajang shilaturrahmi antar warga. Kesibukan warga dengan pekerjaannya membuat kami jarang bertemu selain pada acara-acara seperti ini.

Permalink gambar yang terpasang

Saya datang ke TPS bersama keluarga sekitar jam 10.30an,  Suasana saat itu tidak begitu ramai, namun banyak warga yang setelah menyoblos tidak langsung pulang. Di saat inilah para warga bisa saling shilaturrahmi.



Semoga anggota legislatif yang terpilih bisa benar-benar amanah. Tidak mengecewakan kami rakyat kecil yang sudah merelakan waktu dan tenaga untuk menyelenggarakan pileg dengan damai dan lancar. Apalagi kalau melihat pengorbanan dan dedikasi para petugas KPPS yang bekerja sejak jauh-jauh hari sebelum penyelenggaraan pemilu. Bahkan saat penghitungan suara, mereka menghitung hingga malam.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 15, 2014 in Tugas Kuliah

 

Augmented Reality

 

            Secara umum, Augmented Reality (AR) adalah penggabungan antara objek virtual dengan objek nyata. Sebagai contoh, adalah saat stasiun televisi,menyiarkan pertandingan sepak bola, terdapat objek virtual, tentang skor pertandingan yang sedang berlangsung.Menurut Ronald Azuma pada tahun 1997, Augmented Reality adalah menggabungkan dunia nyata dan virtual, bersifat interaktif secara real time, dan merupakan animasi 3D. Sejarah tentangAugmented Reality dimulai dari tahun 1957-1962, ketika seorang penemu yang bernama Morton Heilig, seorang sinematografer, menciptakan dan memapatenkan sebuah simulator yang disebut Sensorama dengan visual, getaran dan bau. Pada tahun 1966, Ivan Sutherland menemukan head-mounted display yang dia claim adalah, jendela ke dunia virtual.

              Tahun 1975 seorang ilmuwan bernama Myron Krueger menemukan Videoplace yang memungkinkan pengguna, dapat berinteraksi dengan objek virtual untuk pertama kalinya. Tahun 1989, Jaron Lanier, memeperkenalkan Virtual Reality dan menciptakan bisnis komersial pertama kali di dunia maya, Tahun 1992 mengembangkan Augmented Reality untuk melakukan perbaikan pada pesawat boeing, dan pada tahun yang sama, LB Rosenberg mengembangkan salah satu fungsi sistem AR, yang disebut Virtual Fixtures, yang digunakan di Angkatan Udara AS Armstrong Labs, dan menunjukan manfaatnya pada manusia, dan pada tahun 1992 juga, Steven Feiner, Blair Maclntyre dan dorée Seligmann, memperkenalkan untuk pertama kalinya Major Paper untuk perkembangan PrototypeAR.

Pada tahun 1999, Hirokazu Kato, mengembangkan ArToolkit di HITLab dan didemonstrasikan di SIGGRAPH, pada tahun 2000, Bruce.H.Thomas, mengembangkan ARQuake, sebuah Mobile Game AR yang ditunjukan di International Symposium on Wearable Computers.

Pada tahun 2008, Wikitude AR Travel Guide, memperkenalkan Android G1 Telephone yang berteknologi AR, tahun 2009, Saqoosha memperkenalkan FLARToolkit yang merupakan perkembangan dari ArToolkit. FLARToolkit memungkinkan kita memasang teknologi AR di sebuah website, karena output yang dihasilkan FLARToolkit berbentuk Flash. Ditahun yang sama, Wikitude Drive meluncurkan sistem navigasi berteknologi AR di Platform Android. Tahun 2010, Acrossair menggunakan teknologi AR pada I-Phone 3GS.

Bidang-bidang yang pernah menerapkan teknologi Augmented Reality adalah:

  1. Kedokteran (Medical): Teknologi pencitraan sangat dibutuhkan di dunia kedokteran, seperti misanya, untuk simulasi operasi, simulasi pembuatan vaksin virus, dll. Untuk itu, bidang kedokteran menerapkan Augmented Reality pada visualisasi penelitian mereka.
  2. Hiburan (Entertainment): Dunia hiburan membutuhkan Augmented Reality sebagai penunjang efek-efek yang akan dihasilkan oleh hiburan tersebut. Sebagai contoh, ketika sesorang wartawan cuaca memperkirakan ramalan cuaca, dia berdiri di depan layar hijau atau biru, kemudian dengan teknologi augmented reality, layar hijau atau biru tersebut berubah menjadi gambar animasi tentang cuaca tersebut, sehingga seolah-olah wartawan tersebut, masuk ke dalam animasi tersebut.
  3. Latihan Militer (Military Training): Militer telah menerapkan Augmented Reality pada latihan tempur mereka. Sebagai contoh, militer menggunakan Augmented Reality untuk membuat sebuah permainan perang, dimana prajurit akan masuk kedalam dunia game tersebut, dan seolah-olah seperti melakukan perang sesungguhnya. 
  4. Engineering Design: Seorang engineering design membutuhkan Augmented Reality untuk menampilkan hasil design mereka secara nyata terhadap klien. Dengan Augmented Reality klien akan tahu, tentang spesifikasi yang lebih detail tentang desain mereka.
  5. Robotics dan Telerobotics: Dalam bidang robotika, seorang operator robot, mengunnakan pengendari pencitraan visual dalam mengendalikan robot itu. Jadi, penerapan Augmented Reality dibutuhkan di dunia robot.
  6. Consumer Design: Virtual reality telah digunakan dalam mempromsikan produk. Sebagai contoh, seorang pengembang menggunkan brosur virtual untuk memberikan informasi yang lengkap secara 3D, sehingga pelanggan dapat mengetahui secara jelas, produk yang ditawarkan. (Anggriyadi,2012)

Di Indonesia sendiri, terdapat perusahaan MonsterAR yang telah mampu menggunakan dan mengembangkan teknologi ini, anda dapat melihat di website nya http://monsterar.net, Augmented Reality yang dapat dikembangkan mencakup Mobile Application, Augmented Reality Games maupun Augmented Reality Event.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 15, 2014 in Tugas Kuliah