RSS
Sampingan
09 Nov
Definisi Konflik Organisasi
Konflik sosial adalah suatu kondisi dimana terdapat perbedaan tujuan dan kepentingan antar individu atau kelompok dalam suatu proses interaksi sosial.
Terkadang konflik sosial dapat menjadi kekerasan apabila tidak ditemukannya jalan keluar, atau solusi dari permasalahan yang sedang terjadi, oleh karena itu diperlukannya integritas sosial dalam sebuah organisasi.
Sebab-Sebab Timbulnya Konflik Organisasi
1.    Perbedaan Kepentingan / Tujuan antar individu atau kelompok soaial dengan individu atau kelompok sosial lainya.
2.    Mobilitas Sosial, yaitu perpindahan tingkatan sosial dari suatu lapisan sosial ke lapisan sosial lainnya.
3.    Kesalahan dalam berkomunikasi (miscommunication).
Jenis-Jenis Konflik Organisasi
1.    Konflik Individu
2.    Konflik Politik
3.    Konflik Antar Lapisan Sosial
4.    Konflik Antar Generasi keluarga
5.    Konflik Antar Bangsa
6.    Konflik Antar Penganut Agama yang Berbeda

Manejemen Pengendalian Konflik Organisasi

Konflik sosial dapat dikendalikan apabila masyarakat atau individu sadar dan kembali mengaplikasikan nilai dan norma sosial yang berlaku, berikut ini adalah beberapa cara untuk mengendalikan konflik sosial.
1.    Saling memaafkan dan berlapang dada antar pihak-pihak yang berkonflik, baik konflik individu maupun
       kelompok.
2.    Asimilasi, ialah menyatukan dua pendapat yang berbeda menjadi suatu pendapat baru yang merupakan
       gagasan atau ide-ide yang disatupadukan dari dua pendapat berbeda sebelumnya.
3.    Ajudikasi, ialah pengendalian konflik melalui meja hijau (pengadilan) dengan sang hakim menjadi
       pengambil keputusan, biasanya tahap ini ditempuh apabila konflik internal/eksternal yang terjadi dalam
       suatu organisasi mulai memanas dan sulit ditemukan jalan keluar.
 4.   Arbitrase, ialah mencari jalan tengah dari suatu permasalahan, biasanya ditunjuk pihak ketiga yang
       diberikan wewenang untuk menganalisa suatu konflik dan memberikan solusi.
 5.   Dan juga tiap-tiap pelaku yang terlibat konflik tentunya, mengetahui akibat-akibat negatif yang timbul
       tatkala konflik itu terjadi secara berkelanjutan.
Motivasi
Adalah suatu proses interaksi sosial dimana suatu individu memberikan petuah dan pola tingkah laku yang bersifat persuasif kepada hal-hal yang bersifat positif.
Teori Motivasi
Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia., dan merupakan suatu proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan. Seorang karyawan mungkin menjalankan pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik, mungkin pula tidak. Maka dari itu hal tersebut merupakan salah satu tugas dari seorang pimpinan untuk bias memberikan motivasi (dorongan0kepada bawahannya agar bias bekerja sesuai dengan arahan yang diberikan.
Content Theory
Content theory berkaitan dengan beberapa nama seperti Maslow, Mc, Gregor, Herzberg, Atkinson dan
McCelland.
1. Teori Hierarki Kebutuhan, menurut maslow didalam diri setiap manusia ada lima jenjang kebutuhan, yaitu:
– faali (fisiologis)
– Keamanan, keselamatan dan perlindungan
– Sosial, kasih saying, rasa dimiliki
– Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi
– Aktualisasi-diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia menjadi.
Jadi jika seorang pimpinan ingin memotivasi seseorang, menurut maslow, pimpinan perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah bawahan dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.
2. Teori X dan Y , teori yang dikemukakan oleh Douglas McGregor yang menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia, pada dasarnya satu negative (teori X) yang mengandaikan bahwa kebutuhan order rendah mendominasi individu, dan yang lain positif (teori Y) bahwa kebutuhan order tinggi mendominasi individu.
3. Teori Motivasi – Higiene, dikemukakan oleh psikolog Frederick Herzberg, yang mengembangkan teori kepuasan yang disebut teori dua faktor tentang motivasi. Dua factor itu dinamakan factor yang membuat orang merasa tidak puas atau factor-faktor motvator iklim baik atau ekstrinsik-intrinsik tergantung dari orang yang membahas teori tersebut. Faktor-faktor dari rangkaian ini disebut pemuas atau motivator yang meliputi:
– prestasi (achievement)
– Pengakuan (recognition)
– Tanggung Jawab (responsibility)
– Kemajuan (advancement)
– Pkerjaan itu sendiri ( the work itself)
– Kemungkinan berkembang (the possibility of growth)
4. Teori kebutuhan McClelland, teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan
– prestasi (achievement)
– Kekuasaan (power)
– Afiliasi (pertalian)
5. Teori Harapan – Victor Vroom, teori ini beragumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu dan pada daya tarik dari keluaran tersebut bagi individu tersebut. Teori pengharapan mengatakan seorang karyawan dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan menghantar kesuatu penilaian kinerja yang baik, suatu penilaian yang baik akan mendorong ganjaran-ganjaran organisasional, seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi dan ganjaran itu akan memuaskan tujuan pribadi karyawan tersebut.
6. Teori Keadilan, teori motivasi ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan, individu bekerja untuk mendapat tukaran imbalan dari organisasi
7. Reinforcement theory, Teori ini tidak menggunakan konsep suatu motive atau proses motivasi. Sebaliknya teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku dimasa yang lalu mempengaruhi tindakan dimasa yang akan dating dalam proses pembelajaran.
Berbagai pandangan tentang motivasi dalam organisasiJenis-jenis Motivasi
Motivasi positif dan motivasi negatif, motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan hadiah. Motivasi negatif adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.
Bukti yang paling dasar terhadap keberhasilan suatu bentuk motivasi adalah hasil yang diperoleh dari pelaksanaan suatu pekerjaan.

Konflik Organisasi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 9, 2012 in Tugas Kuliah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: